Leo the African by Amin Maalouf

Leo the African

by Amin Maalouf

Edisi terjemahan

605 hlm.

Cetakan pertama: 1 Februari 2005

Bentang Pustaka

Primary language: Indonesian

A review from Februari 10th, 2013

Sekarang ini saya lagi mengalami “mati rasa”. Ngerasa begini setelah selesai membaca satu buku bagus, dan males baca yang lain-lain lagi karena mood-nya masih tertinggal di buku itu.

Ini yang saya rasakan setelah menamatkan Leo the African karya Amin Maalouf. Gak bisa ngomong apa-apa lagi selain, BUKU INI KEREEENNN… A MUST READ!

Saya sempat males baca karya Amin Maalouf  lain gara-gara lebih dulu baca Balthasar’s Odyssey. Padahal Leo the African lebih dulu terbit daripada BO. Kesan akhir yang saya dapatkan dari kedua buku tersebut berbeda 180 derajat. Mungkin karena Leo the African dituturkan dari kisah nyata; atau karena saya membacanya sekarang, dan bukannya dulu di mana kesan-kesan saya tentang buku bagus itu berbeda dengan sekarang. Yang membuat saya akhirnya tertarik untuk membacanya adalah karena saya sedang dalam suasana hati “kepingin bertualang,” kepingin jadi Ibnu Battuta atau Santiago (dalam the Al-chemist-nya Paulo Coelho).

“Travelling,” kata Ibnu Battuta, “it leaves you speechless, then turns you into a storyteller.”

-nat-

Oiya, ada satu buku Amin Maalouf  lagi yang sudah diterjemahkan, yaitu Samarkand. Kayaknya harus coba dibaca juga deh. Mari kita hunting buku!

5/5

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s